|
IDENTITAS
Institut Hindu Dharma Negeri Denpasar adalah Perguruan Tinggi Agama Hindu yang dipimpin oleh seorang Rektor yang dibina dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri Agama Republik Indonesia, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor: 1 Tahun 2004.
LAMBANG
Keterangan : Terbentuk oleh lima garis lurus membentuk segi lima melambangkan sila-sila dalam Pancasila;
Gambar Dewi Saraswati melambangkan ilmu pengetahuan, beralasankan pustaka suci, berada dalam lingkaran Padma Astadala yang pada masing masing dalanya terdapat gambar Tri Sula, serta pada pita di bagian bawah bertuliskan IHDN Denpasar;
Padma Astadala melambangkan kesucian;
Tri Sula melambangkan Tri Dharma Perguman Tinggi;
Lingkaran hitam bermakna ilmu pengetahuan tidak berawal tidak beraknir;
Angsa melambangkan pancaran kebijakan ilmu pengetahuan;
Buku tulis melambangkan proses pengisian ilmu pengetahuan;
Warna dasar hijau daun melambangkan kesejukan (kesuburan);
Warna merah teratai bermakna daya cipta;
Warna hitam bermakna keteguhan;
Warna kuning telur bermakna keluhuran/keagungan;
Warna putih bermakna kesucian;
Tulisan IHDN Denpasar berwarna hitam, terdapat di tengan-tangah yang melambangkan kemuliaan jati diri IHDN Denpasar.
BENDERA
Berbentuk segi empat panjang yang perbandingan panjang dengan lebarnya tiga banding dua.
Berwarna dasar biru tua melambangkan pengayoman perlindungan.
Di bagian tengah terdapat Lambang IHDN Denpasar dan di bawahnya terdapat tulisan IHDN Denpasar berwarna hitam.
LOKASI
Kampus IHDN Denpasar berada di kota Denpasar, dipandang dari sudut budaya, kota Denpasar mempunyai arti yang sangat penting dalam pembinaan dan pengembangan Agama Hindu dalam arti luas. Karena itu IHDN Denpasar sebagai lembaga pendidikan tinggi Agama Hindu sudah sepantasnya berada di kota Denpasar. Kendatipun demikian, di masa yang akan datang dalam rangka pengembangan IHDN Denpasar untuk menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang bernafaskan Agama Hindu, sekaligus menjadi pusat kajian Agama Hindu (Hindu Centre), maka kampus IHDN Denpasar dengan berbagai sarana dan prasarananya harus secara terus menerus dikembangkan, sehingga menjadi lebih representatif. Kini IHDN Denpasar mengembangkan kampus dengan membangun gedung di Kubu Bangli.
|
|
|
|